Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Ketenangan Jiwa

Gambar : Telegram Channel Pixel Art Keheningan malam membawaku pada lamunan yang tak berakhir, bus malam yang kunaiki berjalan melewati kota yang tenang, melihat jalanan dengan lampu neon, pikiranku tengah gusar. Toko dan ruko terus kami lewati, tidak banyak hal menarik yang ku alami belakangan ini. Sambil melihat bangku-bangku sekitarku, di mana beberapa dari penumpang sudah mulai tidur, ada juga yang masih memegang gawainya dan bermain game online. Aku sedang melarikan diri dari hubungan dengan teman-temanku, pergi jauh ke suatu tempat yang tenang. Agar tiada lagi yang mengusik, libur kuliah semester ini kuhabiskan di kota sebelah, tempat Kakek dan Nenek berada. Lagi pula kedua orang tua itu sudah lama merindukan kepulangan cucu tercintanya. Bus sudah mulai masuk ke gerbang bertuliskan desa Maju Sari, suasana saat malamnya cukup membuatku bergidik ngeri. Suara jangkrik dan kodok saling bersahutan, biasanya hal itu tidak mengganguku, mungkin karena sudah terbiasa mendengar...

Gantungan Baju

Gambar : Telegram Channel Pixel Art Apa yang kalian tentang aku? Apa kalian hanya berpikir bahwa aku ada hanya untuk menjadi penyangga pakaian-pakaian basah hasil cucian kalian? Tentu saja tidak. Aku dan kaumku adalah pahlawan tanpa tanda jasa di rumah-rumah kalian. Karena tanpa kami, kalian tidak akan bisa menggunakan baju, celana, dasi dan banyak lagi hal yang diperlukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jadi, tolong hargai kami ya. Bentuk dan jenis kami juga cukup beragam. Mulai dari ukuran sedang hingga cukup besar, dari berbahan plastik hingga besi dan kawat. Beberapa dari kami malah dijadikan senjata untuk memberi pelajaran dari orang tua pada anak-anak mereka yang nakal.  Umur kami juga bisa dikatakan beragam karena berbagai jenis dari pembuatan tadi, harga di pasaranlah yang menentukan nilai kami bagi mereka yang memutuskan membeli kami. Kecil-kecil kami tetaplah berguna dan dapat tahan seharian dijemur dalam terik matahari yang membakar kulit. Tapi bila ti...

Jati Diri

Gambar : ©YoHokki (Telegram Channel) Aku tak tahu. Tak pernah tahu apalagi menyangka hal seperti ini akan terjadi. Dunia damai yang biasa kulalui dengan santai dan nyaman. Kini berganti dengan raungan dan teriakan seisi bumi. Apa mungkin aku mati saja? *** "Hai Pak Jarwo," sapaku ketika memasuki gerbang sekolah. "Oh, hei Nak Roudey. Yang semangat sekolahnya ya," jawab Pak Jarwo singkat, ia masih sibuk mengawasi para murid yang sedang berbondong-bondong masuk sekolah pukul 07.30 pagi. Sebelumnya perkenalkan, namaku Roudey. Seorang siswa SMP yang begitu 'santuy' kata teman-teman sekelasku. Kenapa begitu? Tidak lain dan tidak bukan karena aku memang begitu menikmati kehidupan ini sebagaimana mestinya. Pada saat teman-temanku yang lain berpikir keras menjadi juara kelas dan mendapatkan nilai tertinggi di kelas, aku malah sebaliknya. Belajar semestinya yang penting masuk KKM. Di saat teman-temanku yang lain saat bel istirahat berbunyi langsung menyerb...